hari ini sungguh menyebalkan..
Yah setidaknya itu yang terasa saat api yang menghidupkan itu padam dengan satu persyaratan dalam rekruitmen PT. Pertamina. Bukan syarat minimal IPK atau hal-hal yang lainnya yang sempat terlintas dibenak saya, akan tetapi batas minimal tinggi badan (155 cm untuk perempuan).
Adakah alasan yang mendasar dan dapat ditolerir dalam hal diskriminasi ini? Adakah kesalahan kita dalam mengatur gen yang kita miliki (yang kemudian bertanggung jawab dengan tinggi badan kita). Sungguhkah tinggi badan ini sangat diperlukan dalam pekerjaan tersebut sehingga team recruitment memutuskan untuk meletakkannya dalam persyaratan umum?
Kembali lagi, itu adalah hak prerogative pembuka lowongan, I’m complaining, not judging.. Hope they will get what they want.
Bersyukurlah, pasti pekerjaan yang Tuhan sediakan lebih baik dari yang tidak jadi ini.. Mungkin akan lebih baik bila kita tidak punya standart baku tentang apa yang disebut dengan “lebih baik” itu.. Membuat kita lebih berjuang dengan tiap keterbatasan yang kita miliki.
Semangat!! Orang sukses adalah orang yang mendapat hasil yang seluruh orang sangka tidak akan ia dapatkan. Thats why it called achievement.. Tapi tetap minta Tuhan kasih yang kita inginkan, gimanapun Dia yang punya segalanya kok..
Ah, sekarang dah seneng lagi.. ternyata batasan-batasan dalam hidup mengarahkan kita pada tujuan Tuhan akan rencanaNya yang terbaik buat kita.. Percaya yah!!
Semangat!!